Jumat, 07 Januari 2011

Kekuatan Fikiran dan Ilmu Supranatural

Bismillahirrohmanirrohiim
Tulisan ini terinspirasi daripada tulisan-tulisan Kisawung dan AnihikaFudoh pada Forum Supranatural KASKUS.
Semoga menjadi referensi bagi semua penggemar ilmu supranatural.
Amin



Sesusah anda mendapatkan orang yang anda inginkan.
Sesusah itu pula lah anda mendapatkan pelet.
Oleh karena itu.
Pelet memang tidak ada.
Buat mereka yang belum mengalaminya sendiri.
Karena pelet bukan untuk dicari.
Semaki dicari semakin tidak terbukti.
Jikapun ada yang merasa beruntung karena mendapatkan pelet yang terbukti.
Namun setelah itu siap-siaplah untuk menangis.
Karena pelet tak ada yang bertahan lama.
Tak bisa memiliki.
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Semua itu adalah milikNYA.
Dan bahwa fikiran itu sangat jahat.
Jika dia berfikir ada maka ada.
Jika dia berfikir tidak ada maka tidak ada.
Jika dia berfikir ada atau tidak.
Maka jadilah antara ada dan tiada.
COGITO ERGOSUM
(Rene Descartes)





Dikutip dari Kisawung; Forum Supranatural Kaskus


Kekuatan Fikiran dan Ilmu Supranatural

    Saya tertarik untuk menulis kaitan antara kekuatan fikiran dan ilmu supranatural. Untuk membatasi cakupan pembahasan, saya mempersempit ilmu supranatural di sini adalah apa yang disebut sebagai ilmu pelet. Sebagai awal, mari kita samakan persepsi bahwa dunia ini terdapat 2 bagian besar yang bisa kita ‘manipulasi’ atau kita ‘ubah’ sesuai kehendak kita. Dunia tersebut adalah:
1. Dunia fisik / materil: yaitu dunia tempat kita hidup saat ini.
2. Universe semesta: yaitu dunia yang disebut sebagai “dunia lain”.
    Intinya bahwa universe terlebih dahulu muncul baru diikuti dengan eksistensi kita seperti sekarang ini di dunia fisik. Sehingga, apa yang terbentuk di universe, maka akan diwujudkan ke dunia fisik. Dengan kata lain, bila kita menciptakan sesuatu di universe, maka ciptaan itu akan menjadi nyata didunia fisik. Semuanya itu diciptakan melalui fikiran kita sendiri.
    Hal penting yang harus diperhatikan bahwa universe tidak mengenal kata “tidak”. Jadi kalau kita berpikir/ mengucapkan dalam hati "Saya tidak mau gagal", maka yang terjadi adalah kegagalan. Hebatnya lagi, tidak hanya yang kita pikirkan di alam sadar kita, apa yang kita pikirkan di alam bawah sadar kita pun juga telah menjadi semacam perintah penciptaan ke universe, dan yang akhirnya juga terwujud ke dunia fisik. Dengan demikian, apa yang kita pikirkan saat ini dan detik ini juga, itu sama saja dengan menciptakan sesuatu di universe dan pada akhirnya juga terjadi didunia fisik.
    Mengacu pada pembahasan di atas, maka berhati-hatilah dengan fikiran anda. Jika dikaitkan dengan ilmu pelet, ketika anda meragukan keberhasilannya maka dapat dipastikan anda akan gagal. Hal ini juga berlaku bagi yang sedang stres karena cinta dan sangat berharap akan keberhasilan ritual peletnya (sekaligus sangat takut akan kegagalan ritual tersebut). Inilah jawaban dari pertanyaan mengapa seorang yang sedang patah hati tidak pernah menemukan arti dari sebuah ilmu pelet. Lain hal dengan mereka yang mempraktekkan ilmu pelet “seperti” main-main atau tanpa beban. Mereka yang masuk dalam situasi “just for fun” itu secara tidak sadar sudah menerapkan prinsip kepasrahan. Mereka melakukan tanpa beban dalam arti tanpa memikirkan kegagalan, dan itulah faktor penentu keberhasilan. Fikiran yang tidak terikat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan